Saya Berdoa Semoga Pak Harto Sembuh
Andi Asmadi
Tribun Jabar
BANYAK yang bilang, mantan Presiden RI, Soeharto, sakti. Sudah sempat berhenti nafasnya, ia bisa tetap hidup sampai sekarang. Sudah berkali-kali kritis, ia bisa membaik kembali. “Luar biasa,” kata tim dokter yang hingga Selasa (22/1) ini sudah 19 hari merawatnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.
Apakah benar Pak Harto –saya lebih suka menyebut sapaan ketimbang menulis utuh namanya– memiliki kesaktian? Wallahua’lam. Tapi, dengan berkali-kali sakit, kritis, bahkan dikabarkan sudah sempat berhenti nafasnya, penguasa Orde Baru ini boleh jadi sudah pernah menapak ke kondisi near death experience (NDE, pengalaman menjelang ajal).
Untuk merasakan NDE, tak perlulah sesakti Pak Harto. Orang biasa sekali pun kerap mengalaminya, meski tak banyak. Kondisi yang biasa disebut mati suri ini diartikan, secara fisik organ- organ sudah tak berfungsi tetapi ruh masih terkait ke tubuh, dan seseorang yang menjalaninya bisa kembali ke kehidupan normal.
Pada kondisi tertentu, seseorang yang mengalami NDE mengalami pula out of body experience (OBE). Ini adalah keadaan di mana seseorang tiba-tiba merasa keluar dari tubuh (disembodiment) dan bisa melihat wujud fisiknya dari jarak tertentu (autoscopy). Bahkan, orang-orang di sekitarnya pun ia lihat dan dengar percakapannya. Sementara wujud fisiknya sendiri dalam keadaan diam, kaku.
Saya teringat pernah membaca di sebuah majalah pengalaman spiritual GM Sudarta, kartunis Kompas yang terkenal dengan Oom Pasikom-nya, yang pekan ini karya-karyanya sedang dipamerkan di ITB. Di situ, ia menceritakan pengalamannya saat tiba-tiba merasakan diri keluar dari tubuh.
Ketika sedang berjalan di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, ia ditabrak mobil. Kakinya patah. Ia dirawat di RS Cipto Mangunkusumo. Suatu malam, setelah merasakan haus yang saqngat, tiba-tiba ia melihat dirinya sendiri. Ia ketakutan karena mengira dirinya sudah akan mati. Setelah beberapa saat, untungnya, ia bisa kembali masuk ke dalam raganya.
Apa yang terjadi pada Sudarta kemudian? Pria yang bernama lengkap Geradus Mayela Sudarta, lahir di Kauman, Klaten, Jawa Tengah, 20 Februari 1948, mengaku mendapatkan pencerahan dalam hidupnya. Dan, satu hal yang nyata, Sudarta yang awalnya perokok berat, setelah mengalami OBE memutuskan berhenti merokok!
Menurut guru spiritualis Anand Khrisna, pada saat NDE atapun OBE, kita memang bisa saja mengalami hal-hal yang berdampak pada kesehatan jiwa. “Out of body experience bisa menjadi re- programming diri kita, apakah kita menjadi lebih baik atau tidak.” Anand, yang pernah mengalami hal serupa, mengaku menemukan jati dirinya
Nah, kembali ke kondisi Pak Harto, kita tak tahu apakah ia telah sampai pada kondisi NDE, atau bahkan telah mengalami OBE — seperti yang pernah dialami GM Sudarta. Saya sendiri berharap Pak Harto mengalami OBE, dan seperti kata Anand Khrisna, pada dirinya terjadi re-programming sehingga menjadi Soeharto yang lebih baik dari sebelumnya, atau bahkan menjadi Soeharto yang sama sekali baru dalam bersikap dan bertindak.
Itulah sebabnya saya kerap berdoa agar Pak Harto diberi kesembuhan, dan setelah itu ia menjadi manusia baru. Alangkah bahagianya jika duit Rp 350 triliun, yang menurut PBB dan Bank Dunia digaruknya dari rakyat, dikembalikan kepada rakyat. Bayangkan, duit sebanyak itu bisa dipakai untuk apa saja. Bisa untuk pendidikan gratis, bisa juga untuk kesehatan gratis.***
Bandung, 21 Januari 2008