<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kawin dengan Monyet di Negeri Tipu-tipu</title>
	<atom:link href="http://asmaradira.wordpress.com/2008/03/09/kawin-dengan-monyet-di-negeri-tipu-tipu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asmaradira.wordpress.com/2008/03/09/kawin-dengan-monyet-di-negeri-tipu-tipu/</link>
	<description>From Nothing to Nothing</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Apr 2008 07:27:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: wiek</title>
		<link>http://asmaradira.wordpress.com/2008/03/09/kawin-dengan-monyet-di-negeri-tipu-tipu/#comment-5</link>
		<dc:creator>wiek</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 11:58:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://asmaradira.wordpress.com/2008/03/09/kawin-dengan-monyet-di-negeri-tipu-tipu/#comment-5</guid>
		<description>Waduw..ndak nyangka. Dari Tirbun Jabar tah.. Salam kenal.
Kumaha..damang?
Btw soal tarif 0.000000......i tuh, saya dibikin suntuk juga. Banyak SMS masuk ke publik service menuntut pelepasan spanduk iklan yang dirasa sebagai penipuan publik. 
Sebuah kondisi yang ironis yah Mas, di saat masyarakat kita beranjak menuju masyarakat yang pintar, tapi sistem lain justru seakan-akan membodohi masyarakat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduw..ndak nyangka. Dari Tirbun Jabar tah.. Salam kenal.<br />
Kumaha..damang?<br />
Btw soal tarif 0.000000&#8230;&#8230;i tuh, saya dibikin suntuk juga. Banyak SMS masuk ke publik service menuntut pelepasan spanduk iklan yang dirasa sebagai penipuan publik.<br />
Sebuah kondisi yang ironis yah Mas, di saat masyarakat kita beranjak menuju masyarakat yang pintar, tapi sistem lain justru seakan-akan membodohi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
